WAYANG GOLEK
Wayang
Golek merupakan suatu seni tradisional asli Sunda yang berbentuk boneka yang
terbuat dari kayu untuk seni pertunjukan. Daerah penyebaran seni wayang golek ini tersebar luas dari Cirebon disebelah timur sampai wilayah Banten disebelah Barat, bahkan didaerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukan pergelaran Wayang Golek.
Dalam dunia hiburan,
seringkali wayang golek muncul dalam berbagai acara televisi. Salah satunya dulu
ada ‘Overa Van Java’ dan ‘Pas Mantab’. Pementasan wayang dalam acara ini
seringkali membuat para penontonnya dibuat decak kagum oleh para pemainnya.
Tentunya pementasan wayang dalam acara ini sudah dicampur dengan nilai-nilai
modern agar tidak terkesan kuno.
Perkembangan wayang golek dari abad 19
sampai abad ke 20 tidak terlepas dari para Dalang yang terus menerus
mengembangkan kesenian yang satu ini. Salah satu Dalang yang cukup terkenal
adalah Ki H. Asep Sunandar Sunarya yang sudah memberikan suatu inovasi
terhadap wayang golek supaya mampu mengikuti perkembangan zaman.
Salah satu hasil dari kreativitas Ki
H. Asep Sunandar Sunarya adalah ‘Si Cepot’. Tokoh ini begitu populer sampai
sekarang. Lewat tangan dinginnya, sekarang wayang golek bukan hanya seni yang
dikatakan kuno. Namun seni tradisional ini harus terus bisa berkembang di era
modern saat ini.
Wayang Golek mepunyai sekitar 22 tokoh.
Tokoh-tokoh tersebut antara lain adalah Arjuna, Anoman. Aswatama, Bambang
Sumantri, Bambang Kaca, Batara Bayu, Batara Guru, Batara Kresna, Batara Rama,
Bima, Cepot, Dawala, Denawa Acung, Denawa Cilangap Dan Denawa Huntu, Dewi
Drupadi, Gatotkaca, Gareng, Nakula Sadewa, Semar Badranaya, dan Yudistira.
Dalam pementasan wayang golek harus
mempunyai lakon serta alur cerita yang umumnya diambil dari cerita rakyat dan
beberapa epik yang bersumber dari ramayana atau mahabarata. Bahasa yang
digunakan adalah bahasa Sunda yang diiringi oleh gamelan Sunda.
Biasanya pementasan ini dimanfaatkan sebagai sarana dakwah untuk
mengajarkan agama Islam tentang akhlak, filsafat, hakikat serta beberapa propaganda
dan pesan-pesan lainnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar