jam

Jumat, 09 Juni 2017

Pencak Silat


Pencak Silat


Pencak silat merupakan kesenian sekaligus seni beladiri asli bangsa kita Indonesia, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional. Pada awalnya Pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang Sunda menyebutnya Iket. Pada umumnya kesenian pencak silat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.

Di Indonesia memang banyak aliran pencak silat, namun yang sudah memunyai nama besar dan selalu ikut andil dalam kegiatan kemasyarakatan serta ajang olimpiade olahraga seperti PON, PORDA, SEAGAMES, dll. sebagai berikut :

1. Pencak Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate)


Anggota SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam dengan jumlah anggota semakin tahun semakin banyak

2.Perisai Diri
Pak Dirdjo (panggilan akrab RM Soebandiman Dirdjoatmodjo) lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Januari 1913 di lingkungan Keraton Paku Alam. Beliau adalah putra pertama dari RM Pakoe Soedirdjo, buyut dari Paku Alam II. Sejak berusia 9 tahun beliau telah dapat menguasai ilmu Pencak silat yang ada di lingkungan keraton sehingga mendapat kepercayaan untuk melatih teman-temannya di lingkungan daerah Paku Alaman.

3. Merpati Putih

Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

4. Pencak Silat Cimande

Pada mulanya adalah Abah Kahir. Dialah yang pertama kali menciptakan aliran Cimande. Lelaki yang hidup sekitar abad 17 dan tinggal di tepian sungai Cimande, Bogor, Jabar ini, menurut cerita, menciptakan jurus berdasarkan gerakan seekor monyet dan harimau. Abah Kahir tak hanya memakai ilmu beladiri untuk diri sendiri. Tapi, ia juga mengangkat murid, sehingga ilmu ini semakin menyebar ke berbagai kalangan.
Pak Ali merupakan keturunan ke sekian. Di usianya yang tak lagi segar, ia tetap menjaga nilai-nilai luhur seni silat Cimande tersebut. Seni silat yang menyuguhkan perpaduan antara jurus-jurus bela diri dengan instrumen musik daerah.

Serta masih banyak lagi perguruan-perguruan pencak silat di tanah air. Salam Pencak Silat !!!!

Selasa, 30 Mei 2017

TARI JAIPONG


TARI JAIPONG

Tari Jaipong adalah sebuah tarian tradisional yang menampilkan suatu jenis tarian dan musik yang ceria"rancak"  merujuk dari kekayaan seni Indonesia khususnya kesenian Jawa Barat. Tari Jaipong sering disebut juga dengan istilah Jaipongan.

Menurut sejarah, Tari Jaipong adalah seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, Seorang seniman asal kota kembang Bandung sekitar tahun 1960-an. Beliau terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu. Sehingga ia dapat mengembangkan tarian atau kesenian yang kini di kenal dengan nama Jaipongan.

Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Awal kemunculan tarian tersebut semula dianggap sebagai gerakan yang erotis dan vulgar, namun semakin lama tari ini semakin popular dan mulai meningkat frekuensi pertunjukkannya baik di media televisi, hajatan, maupun perayaan-perayaan yang disenggelarakan oleh pemerintah atau oleh pihak swasta.


Pakaian yang di gunakan dalam tarian jaipong ini biasanya menggunakan kebaya berwarna cerah dan bawahan berupa kain jarit bermotif batik. Busana yang di gunakan pada tarian ini biasanya menggunakan ukuran longgar, terutama pada bagian bawah karena di sesuaikan dengan gerakannya yang lincah dan dinamis. Pada bagian kepala biasanya menggunakan sanggul yang di hias dengan hiasan seperti mahkota dan juga bunga untuk menambah kecantikan para penarinya. Selain itu penari juga di lengkapi dengan selendang yang di gunakan untuk menari sehingga terlihat sangat anggun.
Gambar : Tari Jaipong
Dalam perkembangannya, tari jaipong ini menjadi salah satu simbol kesenian Jawa Barat. Tarian ini sering di tampilkan pada acara hiburan, penyambutan tamu besar dan festival budaya. Seiring dengan perkembangannya, tarian ini telah di modifikasi dengan berbagai kreasi gerakan dan juga kostum atau attribute yang di gunakan dalam menarinya. Perubahan dilakukan agar tarian tersebut terlihat menarik, namun tidak meninggalkan pakem atau keasliannya.

Perkumpulan orang dalam suatu tempat tentu akan mudah untuk saling bertukar informasi dalam berkomunikasi. Dengan demikian kesenian yang dikenalkan oleh Gugum Gumbira kepada masyarakat Sunda dapat menjadikan sebuah hiburan menarik ditengah maraknya hiburan modern yang bermunculan.Jawa Barat dapat menjadikan jaipongan salah satu icon guna mempromosikan kekayaan daerah terhadap dunia luar baik dalam negeri maupun mancanegara. Sebut saja Bandung sebagai tempat berkembangnya kesenian ini secara tidak langsung mendapatkan keuntungan besar dari nama tarian jaipongan tersebut. Tak heran jika dari tahun 90-an pengunjung obyek wisata di bandung secara perlahan meningkat, sedikit banyak hal ini disebabkan karena rasa penasaran masyarakat luar terhadap daerah Bandung yang mengiringi nama tari jaipong.

Dalam tari Jaipong gerakan yang signifikan dilakukan oleh para penari cukup sederhana yakni berjumlah 4 ragam. Adapun keempat ragam gerakan tari jaipong yang signifikan dilakukan adalah sebagai berikut:

1 Gerakan Bukaan 

Merupakan gerakan pembukaan dalam pertunjukan kesenian Jaipongan dari Bandung. Dalam gerakaan ini sang penari biasanya melakukan jalan berputar disertai dengan memainkan selendang yang dikenakan pada leher pemain.

2 Pencugan

Pencugan adalah bagian gerakan dari berbagai ragam gerak cepat dalam tarian jaipong. Gerakan ini didukung dengan tempo lagu atau musik yang bertempo cepat pula.

3 Ngala

Ngala dalam jaipongan adalah salah satu ragam gerakan yang terlihat semacam gerak patah-patah atau titik pemberhentian  dari satu gerakan pada gerakan lain dan dilakukan secara cepat atau dengan kata lain gerakan ini memiliki tempo cepat.

4 Mincit

Mincit merupakan gerakan perpindahan dari satu ragam gerak ke ragam gerak lain. Gerakan ini dilakukan setelah ada gerakan ngala dalam sebuah tarian Jaipong.

WAYANG GOLEK



WAYANG GOLEK


Wayang Golek merupakan suatu seni tradisional asli Sunda yang berbentuk boneka yang terbuat dari kayu untuk seni pertunjukan. Daerah penyebaran seni wayang golek ini tersebar luas dari Cirebon disebelah timur sampai wilayah Banten disebelah Barat, bahkan didaerah Jawa Tengah  yang berbatasan  dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukan pergelaran Wayang Golek. 

 

Dalam dunia hiburan, seringkali wayang golek muncul dalam berbagai acara televisi. Salah satunya dulu ada ‘Overa Van Java’ dan ‘Pas Mantab’. Pementasan wayang dalam acara ini seringkali membuat para penontonnya dibuat decak kagum oleh para pemainnya. Tentunya pementasan wayang dalam acara ini sudah dicampur dengan nilai-nilai modern agar tidak terkesan kuno.
Perkembangan wayang golek dari abad 19 sampai abad ke 20 tidak terlepas dari para Dalang yang terus menerus mengembangkan kesenian yang satu ini. Salah satu Dalang yang cukup terkenal adalah Ki H. Asep Sunandar Sunarya yang sudah memberikan suatu inovasi terhadap wayang golek supaya mampu mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu hasil dari kreativitas Ki H. Asep Sunandar Sunarya adalah ‘Si Cepot’. Tokoh ini begitu populer sampai sekarang. Lewat tangan dinginnya, sekarang wayang golek bukan hanya seni yang dikatakan kuno. Namun seni tradisional ini harus terus bisa berkembang di era modern saat ini.


Wayang Golek mepunyai sekitar 22 tokoh. Tokoh-tokoh tersebut antara lain adalah Arjuna, Anoman. Aswatama, Bambang Sumantri, Bambang Kaca, Batara Bayu, Batara Guru, Batara Kresna, Batara Rama, Bima, Cepot, Dawala, Denawa Acung, Denawa Cilangap Dan Denawa Huntu, Dewi Drupadi, Gatotkaca, Gareng, Nakula Sadewa, Semar Badranaya, dan Yudistira.

Dalam pementasan wayang golek harus mempunyai lakon serta alur cerita yang umumnya diambil dari cerita rakyat dan beberapa epik yang bersumber dari ramayana atau mahabarata. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda yang diiringi oleh gamelan Sunda.

Biasanya pementasan ini dimanfaatkan sebagai sarana dakwah untuk mengajarkan agama Islam tentang akhlak, filsafat, hakikat serta beberapa propaganda dan pesan-pesan lainnya.
  

Pencak Silat

Pencak Silat Pencak silat merupakan kesenian sekaligus seni beladiri asli bangsa kita Indonesia, yang kini sudah menjadi kesenia...